WART4, GAZA — Jumlah korban tewas di Jalur Gaza sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023 dilaporkan telah mencapai 73.919 orang, sementara 174.977 lainnya mengalami luka-luka.
Data tersebut disampaikan sumber-sumber medis di Gaza pada Selasa, 22 September 2026. Dalam laporan terbaru, rumah sakit di Gaza menerima lima jenazah dalam 24 jam terakhir, terdiri dari empat orang yang baru tewas dan satu orang yang meninggal akibat luka yang sebelumnya diderita. Selain itu, terdapat 25 orang yang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sumber medis Gaza juga melaporkan bahwa sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, sebanyak 1.399 orang tewas dan 4.863 orang terluka. Sebanyak 834 jenazah telah berhasil dievakuasi dari bawah reruntuhan.
Namun, sejumlah korban masih dilaporkan berada di bawah bangunan yang runtuh maupun di jalan-jalan. Tim ambulans dan penyelamat menghadapi kesulitan untuk menjangkau lokasi-lokasi tersebut.
Angka dalam unggahan media sosial sudah berubah
Unggahan yang beredar di media sosial dan terlihat dalam gambar menyebut jumlah korban tewas mencapai 73.789 orang. Angka tersebut memang tercatat dalam laporan Kementerian Kesehatan Gaza pada 15 September 2026, dengan jumlah korban luka sebanyak 174.798 orang.
Dalam satu pekan berikutnya, angka korban terus diperbarui. Pada 17 September, misalnya, jumlah korban tewas dilaporkan mencapai 73.821 orang. Pada 19 September angka tersebut menjadi 73.910, sebelum kembali diperbarui menjadi 73.919 pada 22 September.
Perubahan angka tersebut juga dipengaruhi oleh korban baru yang masuk ke rumah sakit serta proses identifikasi dan verifikasi korban yang sebelumnya belum tercatat secara lengkap. Pada 19 September, otoritas kesehatan Gaza menyatakan 85 nama korban ditambahkan ke data kumulatif setelah data mereka dilengkapi dan disetujui oleh komite terkait.
Bangunan rusak masih menjadi ancaman bagi warga
Kondisi kemanusiaan di Gaza juga tetap mengkhawatirkan. Pada 16 September, sebuah bangunan tempat tinggal yang sebelumnya rusak akibat perang runtuh di Gaza City. Menurut laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), 21 orang, termasuk 12 anak-anak, dilaporkan tewas dalam peristiwa tersebut dan puluhan lainnya terluka.
OCHA menyebut operasi pencarian dan penyelamatan menghadapi keterbatasan karena kekurangan alat berat, bahan bakar, suku cadang dan berbagai perlengkapan penting. Banyak warga juga masih tinggal di bangunan yang mengalami kerusakan karena keterbatasan pilihan tempat tinggal yang aman.
Associated Press juga melaporkan bahwa banyak bangunan di Gaza masih dalam kondisi tidak aman setelah mengalami kerusakan selama perang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko bagi warga yang terpaksa kembali atau bertahan di bangunan yang rusak karena minimnya alternatif tempat tinggal.
Data korban perlu dilihat sebagai angka yang terus diperbarui
OCHA menegaskan bahwa angka korban dari Gaza pada awalnya bersumber dari Kementerian Kesehatan Gaza dan otoritas Israel, sementara PBB melakukan verifikasi secara bertahap terhadap laporan korban. Karena itu, angka yang muncul dalam berbagai laporan dapat berbeda berdasarkan tanggal pembaruan dan metode pencatatan.
Per 22 September 2026, data yang dilaporkan sumber medis Gaza menunjukkan 73.919 orang tewas dan 174.977 orang terluka sejak 7 Oktober 2023. Angka tersebut dapat kembali berubah seiring masuknya laporan korban baru dan proses identifikasi korban yang sebelumnya belum tercatat.
Sumber: WAFA, Kementerian Kesehatan Gaza, OCHA.

Posting Komentar
0Komentar